"I dance, therefore I hurt: a imagination the dance of queer as the sites of trauma and grace"
“Aku Menari, maka Aku Terluka: Imajinasi Tarian Seorang Queer Sebagai Situs ‘Trauma’ dan ‘Anugerah Allah’. Abstrak Pengalaman seorang tubuh seorang queer yang mengalami penolakan atas diri sendiri dan lingkungan sosial, ia menerima berbagai penindasan (verbal dan fisik), isu keberagaman seksualitas (LGBTIQ) menjadi isu yang tabu untuk dibicarakan, oleh karena itu banyak asumsi dan stigma yang menganggap tubuh seorang queer menjadi tubuh yang ‘berdosa’. Tubuh yang dijadikan sebagai objek hina, tubuh yang ditelanjangi oleh nilai agama yang dijadikan kebenaran tunggal. Peristiwa atas tindakan diskriminasi membuat seorang queer kehilangan arti atas tubuhnya, dalam kehidupannya ia mengalami proses kebingungan, untuk menarasikan lukanya ia tidak bisa berkata, tetapi tubuhnya dapat menyuarakan lukanya melalui tarian. ...