Posts

Showing posts from March, 2019

Seorang queer dan kerapuhannya: seksualitas, keimanan, dan relasi kuasa

Image
Abstrak ….Suaraku hilang, setiap konstruksi, aturan, identitas, otoritas, relasi kuasa, hierarki, perspektif, budaya, agama, membisukannya… Tubuhku mulai diatur oleh semuanya itu, bahkan seksualitasku dirantai oleh sistem-sistem biner yang mengikat… Ekspresiku, harus ditutupi oleh topeng-topeng normal, aku menjadi seseorang yang palsu di tengah komunitas dan lingkungan sosial… Aku berusaha diam, namun diriku merasa asing dan tidak nyaman, aku berusaha berbicara, namun bagiku mereka seakan-akan tidak peduli.. Penciptaku tentu melihat hamba-Nya yang merana dalam kesunyian, tanpa suara, tanpa ratap tangis, tanpa dukungan, tanpa jawaban. Aku terdiam dan membisu, tubuhku mulai merasa getaran penolakan… Aku berjalan menikmati proses kehidupan, sama seperti mereka yang katanya “normal,” aku seorang peziarah kehidupan yang meratapi kekejaman malam, meratapi kesendirian, meratapi rasa itu sendiri.  Aku mengetahui bahwa keberadaanku adalah nyata, sadar bahwa diriku terba...

“Mengapa Harus Terbatas oleh Kodrat? : Sebuah Rekonstruksi Definisi Kodrat dan Identitas Waria sebagai kerapuhan”

Image
Abstrak Mengapa aku seperti ini? Mengapa aku harus begini? Apakah aku perempuan atau laki-laki? Atau aku bukan bagian dari keduanya? Aku sebagai waria bergulat dengan diri sendiri, terjebak dalam kebingungan dan ketakutan yang ku tak mengerti... Ketika orang lain bisa menerima begit saja identitas jender mereka sebagai sesuau yang terberi sejak lahir, aku merasa ada sesuatu yang bertentangan dalam diriku,  apa yang ku rasakan, pikirkan dan keinginkan tidak sesuai dengan  apa yang diajarkan orang tua dan dikatakan oleh lingkungan sekitarku.  Ekspresiku yang dibatasi oleh moralitas, banyak pemaksaan yang mereka lakukan agar diriki menjadi normal sama seperti semua orang.. Aku memiliki kebencian atas diri sendiri, identitas seperti perempuan dalam diriku yang menghancurkan harapan dari orang tua, hidup mulai merasa tidak sesuai dengan keinginan orang banyak dan membangun penolakan atas diriku  Aku tidak berprilaku maskulin selayaknya seorang la...

Sang Maha Queer: Sang Pembebas bagi Komunitas LGBTIQ

Image
Aku hanyalah pendosa.. mereka bilang seperti itu,  Aku terjebak pada dimensi kebingungan... Sering kali kudengar mimbar itu berkata: “kamu itu berdosa,  Kamu gak takut nanti dihukum Tuhan, seperti kisah sodom & gomorah?”  Bukankah setiap orang berdosa? Dan kenapa harus aku yang ditekan? Pendetaku bilang: “kamu itu harus berubah, untuk masa depan yang lebih baik.” Bukankah kalimat itu menjadi kesombongan iman, seakan-akan ia lebih suci dibandingkan ku... Jika dilihat kembali, memang benar Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan, itu memang kondrat manusia, namun kenapa aku harus tercipta? Tuhan gak pernah berbicara langsung kalau jadi begini itu dosa, kalau sekarang dari pesan Whatsapp mungkin lebih cepat sampainya, tapi dia hanya diam disana.. Aku bertanya kembali, jika menjadi seperti ini dosa, dapatkah kita menjauhinya? Atau jatuh lagi lebih dalam?             Tulisan ini bertuj...

Introduction

Image
Hi! My name is Arisdo, student of theology in Jakarta Theological Seminary, I’m a queer person who interest to learn about queer theology, I’m growing up in a Lutheran Church which is not affirming LGBTIQ+ and told me that I was sinful, this is the reason that I want to learn about the Bible and Sexuality, I know for asian it will be hard for being LGBTIQ+, especially in the scope of religion, I was coming out for being queer in my seminary, and I thought my seminary is a safe place for LGBTIQ+ Community. My family had been rejected me for being queer, its hurtful but now I’m proud for being independent person, I know sometimes I feel lonely, but this is the risks for being queer in asian, right now I am trying to reconstruct my theology through indonesian culture and tradition, I like dancing and through dance I can express my struggle and faith of queer, I called it as queer dancing the place that I can be trully queer person. I know God created me as who I am for being queer, fo...